Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Ini alasan perempuan dan anak-anak Indonesia gabung kelompok ISIS

Gambar
Merdeka.com - Kabagpenum DivHumas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan banyaknya perempuan dan anak asal Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut gabung ke Negara Islam Irak Suriah (ISIS) karena ikut dengan suami mereka. Keikutsertaan mereka bukan berdasarkan keinginan dari diri sendiri. "Mereka (perempuan dan anak) itu karena ikut sama suaminya gabung dengan ISIS," ujar Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/7). Sedangkan, untuk perempuan dan anak-anak yang belum menikah, mayoritas alasan ikut bergabung dengan ISIS lantaran ikut keluarga mereka. "Kalau yang belum menikah, itu biasanya karena ikut sama keluarganya atau enggak ikut sama abangnya," ujarnya. Dan itu yang menjadikan mereka (perempuan dan anak) ini ikut gabung dengan ISIS. "Enggak tiba-tiba mereka langsung gabung gitu aja," tandasnya. Diketahui, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengakui banyaknya Warga Negara Indonesia ...

Marsekal TNI AU Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pembelian Helikopter

Gambar
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, terkait penanganan kasus pengadaan helikopter AugustaWestland (AW)-101 yang diliai terlalu mahal, Jumat (26/5/2017). Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengumumkan tiga tersangka dari militer yang merugikan negara sebesar Rp 220 miliar, sedangkan KPK saat ini sedang dalam tahap penyelidikan untuk mengejar pihak sipil yang diduga terlibat. TRIBUNNEWS/HERUDIN Patriot Sejati - Pusat Polisi Militer TNI bekerja dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka terkait pengadaan helikopter AgustaWestland AW101. Ketiga tersangka tersebut adalah Marsekal Pertama FA sebagai pejabat pembuat komitmen, Letnan Kolonel WW sebagai pejabat kas dan Pembantu Letnan Dua SS sebagai staf pejabat kas. Pengumuman ketiga tersangka tersebut langsung disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan keterangan pers bersama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto. "Dari h...

Suasana Presiden Jokowi Makan Lesehan Bersama Prajurit TNI di Natuna

Gambar
Patriot Sejati , Jakarta - Kunjungan kerja ke Natuna, Kepulauan Riau, tidak disia-siakan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk berinteraksi bersama para prajurit TNI. Momen ini digunakan untuk mendekatkan diri antara prajurit dengan panglima tertinggi mereka. Jokowi datang langsung ke Natuna untuk menyaksikan Latihan Tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI. Usai itu, Jokowi melaksanakan salat Jumat berjemaah bersama para prajurit. Sebuah tenda besar di Tanjung Datuk disulap menjadi tempat salat. Karpet hijau menjadi alas salat Jokowi dan para prajurit. Bertindak sebagai khatib, Kolonel Sus Kemalsyah dan imam salat Kolonel Caj Yahdi. Setelah itu, Jokowi tidak beranjak ke mana-mana. Dia kemudian makan bersama para prajurit. Jokowi duduk lesehan sama tinggi dengan prajurit lainnya. Sebuah boks bercorak loreng sudah tersedia di hadapan Jokowi. Boks itu berisi nasi, daging, sambal goreng kentang, satu botol kecil air mineral, dan satu jus jeruk dalam kemasan. Lauk disantap oleh...

Kapolda Metro: Inilah pengamanan PILGUB Putaran ke-2 Di Setiap TPS

Gambar
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pola pengamanan di tiap tempat pemungutan suara (TPS) seluruh wilayah Jakarta pada Pilkada DKI 2017 putaran kedua. Nantinya, pada Rabu 19 April 2017, tiap TPS akan dijaga satu anggota polisi, satu anggota TNI, dan dua anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). "Satu TPS nanti akan dijaga oleh satu polisi dan satu TNI dan dua Linmas," kata Iriawan, di acara Silaturahmi dan Deklarasi Pilkada Damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017). Iriawan mengatakan, ada sekitar 50 ribu personel gabungan yang akan diturunkan mengawal jalannya proses pemungutan suara. Para personel tersebut akan ditempatkan di 13.032 TPS. "Di mana kita lakukan karena ingin semua terbebas dari adanya perasaan intimidasi dan provokasi terhadap pemilih maupun penyelenggara pemilu," ucap mantan Kapolda Jawa Barat ini. Yang Menang Jangan Berlebihan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan juga mengim...

Tensi Politik Dan Sikap Aparat

Gambar
GELARAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Ibu Kota DKI Jakarta putaran kedua kian dekat. Hanya terhitung 4 hari lagi warga DKI akan berduyun-duyun datang ke tempat pemilihan suara (TPS) melaksanakan haknya yang diatur UUD 1945 yang menunjukkan Indonesia sebagai negara demokratis. Pemilih DKI akan bersukacita untuk menentukan siapa yang akan menjadi nakhoda provinsi ini lima tahun ke depan. Pilkada sudah selayaknya menjadi pesta rakyat yang menyenang­kan. Tensi politik yang tinggi sudah sewajarnya terjadi. Namanya saja politik, tentu perbedaan pilihan akan melahirkan tensi politik. Apalagi kalau kita merujuk pada terminologi politik yang secara sederhana bisa kita katakan sebagai sebuah manajemen konflik. Konflik adalah keniscayaan, tetapi kita harus jaga agar konflik tersebut hanya terjadi pada tataran ide, bukan fisik. Namun demi bangsa ini dan demi nilai-nilai sosial yang telah bersama kita bangun sejak masa prakemerdekaan, tensi politik itu jangan sampai termanifestasi...

MANTAP JIWA... !! Prajurit Istimewa TNI Bakal Sikat Pengusik Penyidik KPK

Gambar
Kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan jadi bukti penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu pengawalan ekstra ketat. Sejumlah pihak menyarankan pola pengamanan segera diubah. Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto meminta penjagaan dilakukan terhadap penyelidik, penyidik, dan jaksa penuntut umum. Rumah penyidik harus dijaga aparat kepolisian. Bahkan kendaraan yang digunakan disesuaikan, jangan naik motor lagi. Penjagaan oleh anggota Tentara Nasional Indonesia dinilai perlu dilakukan. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel jika diminta untuk mengawal penyidik KPK selama 24 jam. "Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4). Gatot tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI. "Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan siapa orangnya. Ki...

Prajurit Terbaik TNI Bakal Sikat Pengusik Penyidik KPK

Gambar
Patriot Sejati -Kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan jadi bukti penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu pengawalan ekstra ketat. Sejumlah pihak menyarankan pola pengamanan segera diubah. Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto meminta penjagaan dilakukan terhadap penyelidik, penyidik, dan jaksa penuntut umum. Rumah penyidik harus dijaga aparat kepolisian. Bahkan kendaraan yang digunakan disesuaikan, jangan naik motor lagi. Penjagaan oleh anggota Tentara Nasional Indonesia dinilai perlu dilakukan. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel jika diminta untuk mengawal penyidik KPK selama 24 jam. "Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4). Gatot tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI. "Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan si...

Berantas KORUPSI !! Panglima TNI Berikan Prajurit Terbaik Kawal Penyidik KPK

Gambar
Patriot Sejati - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel jika diminta untuk mengawal penyidik KPK selama 24 jam. Pengawalan diperlukan buntut dari teror terhadap Novel Baswedan. "Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4). Gatot tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI. "Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan siapa orangnya. Kita pengawalan secara tidak terlihat. Jumlahnya tergantung permintaan dan kebutuhan," ujar Gatot. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini pun mengutuk keras tindakan orang tak dikenal yang melakukan penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK, Novel Baswedan pada Selasa (11/4). Novel Baswedan terkena siraman air keras ketika selesai menunaikan ibadah Shalat Subuh di masjid di dekat kediamannya di Kepala Gading, Selasa (11/4) ...

Jokowi Lempari Hadiah Dari Dalam Mobil, Ini Ibarat Memberikan Pisang kepada Monyet di Pinggir Jalan!

Gambar
Tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan hadiah kepada masyarakat dengan cara melempar patut disayangkan. Sebab, kelakuan itu mengesankan Jokowi tidak menghormati rakyatnya sendiri. Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Emrus Sihombing memastikan bahwa apa yang dilakukan Jokowi sebagai bentuk ketidaksengajaan. Menurutnya, selama memimpin, Jokowi tidak lepas dari sifat dan perilaku yang merakyat. BACA JUGA :   Jokowi dan Prabowo, Sahabat Politik untuk NKRI “Saya rasa itu tidak ada niatan untuk merendahkan orang lain. Karena Jokowi kita ketahui sangat rendah hati, sangat merakyat, dan lahir dari kalangan bawah, tumbuh di lapisan bawah,” ujarnya saat dihubungi redaksi, Minggu (26/3). Menurut Emrus, keengganan Jokowi turun dari mobil untuk menyapa atau menyalami warga disebabkan banyak alasan. Seperti pertimbangan faktor keamanan sampai terburu-buru harus melanjutkan agenda kunjungan kerja. “Perilaku seseorang harus dilihat secara holistik, tidak secara parsial. Serin...